Tim Siaga Insidentil Inspektur Ketenagalistrikan: Monitoring Pemulihan Kelistrikan Pasca Tsunami di wilayah Anyer, Banten dan Sekitarnya serta Lampung Selatan

Banten – Tsunami menerjang beberapa wilayah Banten dan Lampung Selatan pada tanggal 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.33 WIB berdampak pada jatuhnya korban jiwa, kerusakan bangunan, rumah tinggal dan juga infrastruktur ketenagalistrikan yang sebagian besar adalah instalasi distribusi tenaga listrik. Kerusakan instalasi distribusi tenaga listrik berdampak pada terputusnya penyediaan listrik kepada masyarakat, sehingga perlu dilakukan tindakan cepat untuk pemulihan mengingat pasokan energi listrik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan posko-posko pengungsian dan fasilitas umum.

Inspektur ketenagalistrikan telah membentuk tim siaga insidentil terjadwal yang siap menjalankan tugas sewaktu-waktu diperlukan, baik untuk monitoring secara koordinatif dengan pihak-pihak terkait maupun untuk inspeksi ke lokasi kejadian bencana terutama berkaitan dengan pemulihan kelistrikan. Upaya pemulihan kelistrikan di wilayah Banten dan Lampung Selatan telah menunjukkan progress yang signifikan, hal tersebut ditunjukkan berdasarkan laporan dan monitoring pada Selasa (25/12) pukul 08.30 WIB.

Kondisi umum kelistrikan Anyer, Banten dan sekitarnya pasca bencana tsunami berdasarkan laporan pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten dinyatakan sebanyak 248 Gardu distribusi terdampak dimana 236 Gardu telah beroperasi dan 12 Gardu beroperasi dengan Genset PLN. Pemulihan kelistrikan di wilayah Banten yang terdampak tsunami saat ini telah mencapai 95% dengan indikasi telah beroperasinya kembali sebagian besar gardu distribusi tenaga listrik yang sebelumnya padam.

Sementara itu kondisi umum kelistrikan Lampung Selatan pasca bencana tsunami berdasarkan laporan pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung bahwa sebanyak 30 Gardu distribusi terdampak, dimana 28 Gardu telah beroperasi sisanya 2 Gardu belum beroperasi karena masih perlu dipastikan bahwa pada jalur tersebut telah aman. Pemulihan kelistrikan di wilayah Lampung Selatan yang terdampak tsunami telah mencapai 93% dengan indikasi yang sama yaitu beroperasinya kembali sebagian besar gardu distribusi.

Percepatan pemulihan kondisi kelistrikan untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik terus dilakukan antaralain melalui perbaikan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), penggantian aset distribusi yang rusak meliputi material utama dan peralatan pendukung, mengamankan SR, APP/kWh meter pada pelanggan, penormalan penyulang serta penyediaan sejumlah Genset untuk kebutuhan darurat di lokasi-lokasi pengungsian atau siaga bencana. [yns]