Robohnya Jalur Transmisi Pacitan

 Pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2018 terjadi longsor di Desa Ketepung, Kabupaten Pacitan yang mengakibatkan robohnya  salah satu tower transmisi pada jalur transmisi PLTU Pacitan ke GI Pacitan dan GI Nguntoronadi. Robohnya tower tersebut mempengaruhi sistem SUTT 150 kV Ponorogo – New Pacitan yang berdampak pada padamnya 11 penyulang dan padamnya 128.662 pelanggan pada di kota Pacitan dan sekitarnya.

Dalam menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian ESDM menugaskan Inspektur Ketenagalistrikan untuk melaksanakan tinjauan lokasi, dampak serta tindak lanjut dari robohnya tower transmisi tersebut. Dari hasil inspeksi ditemukan bahwa robohnya tower transmisi (T95) diakibatkan terkena longsoran batu dan tanah pada saat terjadi bencana tanah longsor. Kondisi tower rusak parah dikarenakan longsoran batu dan tanah yang mengenai bagian kaki tower. Robohnya tower (T95) tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada tiga tower sekitarnya. Pada saat kejadian, PLTU Pacitan dalam keadaan tidak beroperasi.

PT PLN (Persero) telah melakukan tindak perbaikan dengan  melakukan manuver beban di kota Pacitan yang semula disuplai melalui GI Sudimoro melalui GI Ponorogo, sehingga suplai listrik ke pelanggan di kota Pacitan dan sekitarnya dapat pulih total pada tanggal 20 Januari 2018 pukul 21.08 WIB. Tindak lanjut lainnya telah dilakukan dengan memasang tower emergency yang digunakan sebagai pengganti tower sementara. Kedepannya akan dilakukan perubahan konfigurasi jaringan transmisi untuk mengakomodir evakuasi daya dari PLTU Pacitan.