Pengkajian Cara Kerja Alat Penghemat Listrik dan Efektifitas Penggunaan Alat Penghemat Listrik Terhadap Konsumsi Energi

Saat ini banyak beredar di kalangan masyarakat peralatan penghemat energi. Apakah benar peralatan penghemat tersebut dapat menghemat atau justru menambah tagihan?  Inspektur Ketenagalistrikan telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Inspeksi Ketenagalistrikan Tahap Tahun 2018 dengan tema: "Pengkajian Cara Kerja Alat Penghemat Listrik dan Efektifitas Penggunaan Alat Penghemat Listrik Terhadap Konsumsi Energi" pada Selasa s.d. Rabu, 2-3 Oktober 2018 bertempat di Hotel Royal Padjadjaran Bogor. Dalam FGD kali ini hadir dari perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemerintah Daerah, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM,  Penyidik  Pegawai  NegerSipil  (PPNS) Ketenagalistrikan, Inspektur Ketenagalistrikan pusat dan PT. PLN (Persero). Tujuan  dilaksanakannya  FGD  ini adalah sebagai  forum  untuk  memberikan  informasi  yang benar terkaiprinsip kerja dan pengaruh penggunaan alat penghemat listrik terhadap konsumsi listrik  berdasarkan pembuktian  ilmiah  yang disampaikan  oleh  para narasumber yang telah melaksanakan pengujian terhadap peralatan penghemat energi yaitu Departemen Teknik Elektrok Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan PT. PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan, serta pemaparan mengenai penindakan hukum dan regulasi bidang ketenagalistrikan.  

Hasil penelitian yang dilakukan terpisah oleh PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan dan Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia menyatakan bahwa peralatan penghemat energi tidak terbukti dapat menghemat penggunaan energi listrik. Peralatan tersebut cenderung meningkatkan Total Harmonic Distortion baik Arus dan Tegangan dimana efek dari harmonisa akan mengurangi kualitas daya listrik. Untuk dapat menghemat listrik, masyarakat dapat melakukan dengan pemakaian peralatan hemat energi yang telah teruji dan penerapan perilaku budaya hemat energi.