Pemulihan Kelistrikan Pasca Banjir & Tanah Longsor di Bengkulu, Inspektur Ketenagalistrikan Diterjunkan Untuk Inspeksi

BENGKULU - Banjir dan Tanah longsor di Provinsi Bengkulu (26/4) membawa dampak pada terganggunya pasokan energi listrik kepada masyarakat yang berada 10 (Sepuluh) Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bengkulu, meliputi ULP: Teluk Segara, Nusa Indah, Tais, Manna, Bintuhan, Kepahiang, Curup, Muara Aman, Argamakmur dan Mukomuko akibat banyaknya infrastruktur atau instalasi tenaga listrik yang rusak. Dampak kerusakan instalasi listrik akibat banjir dan longsor tersebut mengakibatkan pasokan daya listrik kepada pelanggan di beberapa wilayah Bengkulu terganggu dengan jumlah mencapai 9.844 pelanggan. 

Kerusakan instalasi tenaga listrik akibat banjir dan tanah longsor tersebut, meliputi antara lain 68 (enam puluh delapan) line Jaringan Tegangan Menengah (JTM) putus, 75 (tujuh puluh lima) tiang JTM roboh/miring/gangguan, 161 (seratus enam puluh satu) unit gardu distribusi dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) mengalami padam atau sengaja dipadamkan untuk keamanan warga termasuk trip pada pengaman.

Sebagai instansi yang membawahi sektor ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan secara cepat melakukan koordinasi dengan tim PT PLN (Persero) dan mengirim tim Inspektur Ketenagalistrikan untuk melaksanakan inspeksi upaya pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Bengkulu (29/4). Selain itu, PT PLN juga berupaya keras dengan mengerahkan 230 (dua ratus tiga puluh) personil meliputi personil pelayanan teknik PLN dari beberapa daerah dan personil teknis mitra kerja untuk memperbaiki kerusakan instalasi dan memulihkan kembali pasokan listrik kepada masyarakat. (YNS)

Tautan berita terkait:

1. www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/111-gardu-distribusi-dan-2-penyulang-di-bengkulu-kembali-normal