Konduktor Putus pada Jalur SUTT 150 kV di Tanjung Priok, Inspektur Ketenagalistrikan Inspeksi Upaya Pemulihan oleh PLN

JAKARTA - Terputusnya konduktor pada jalur SUTT 150 kV disebabkan oleh sambaran petir, menimpa beberapa rumah warga yang berada di bawah jalur SUTT, menimbulkan percikan api di sekitar lokasi serta menyebabkan kerusakan pada beberapa atap rumah dan instalasi listrik warga di Kelurahan Sungai Bambu Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara pada Jumat petang (23/112018). Insiden tersebut menyebabkan gangguan pemadaman listrik dibeberapa wilayah Tanjung Priok dan Bekasi.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan segera menugaskan tim Inspektur Ketenagalistrikan untuk berkoordinasi dengan PT. PLN (Persero) terkait insiden tersebut dan bergerak ke lokasi untuk melakukan inspeksi terhadap gangguan pada saluran transmisi tersebut (24/11/2017). Berdasarkan hasil inspeksi dalam rangka identifikasi fakta-fakta dan penyebab gangguan di lapangan diketahui bahwa saat peristiwa terputusnya konduktor SUTT 150 kV Priok Timur-Plumpang pada Jumat (23/11/2018) Pukul 16.38 WIB, cuaca dalam kondisi hujan deras disertai sambaran petir di sekitar lokasi.

Lebih lanjut berdasarkan fakta hasil inspeksi di lapangan, bahwa konduktor yang terputus akibat sambaran petir bukan konduktor fasa melainkan konduktor Ground Steel Wire (GSW) dan menimpa konduktor fasa antara Tower 17 dan Tower 18 pada jalur transmisi Priok Timur Baru-Plumpang (2 sirkit), Priok Barat-Pegangsaan (1 sirkit) dan Priok Barat-Plumpang Baru (1 sirkit) sehingga menyebabkan gangguan antar fasa. Sebagai akibat dari gangguan pada 4 sirkit transmisi SUTT tersebut, menyebabkan pemadaman/Manual Load Shedding (MLS) sekitar 130 MW d wilayah yang berada dalam layanan GI Kandang Sapi, GI Harapan Indah, GI Plumpang dan beberapa penyulang GI lainnya.

Upaya perbaikan SUTT 150 kV jalur Priok Timur Baru-Plumpang dan jalur Priok Barat-Pegangsaan terus dilakukan oleh PT. PLN (Persero) dengan upaya penggantian GSW putus yang ditargetkan selesai pukul 23.00 WIB sehingga wilayah yang terdampak dapat dinormalkan kembali.

(EE)