Kondisi Kelistrikan di Aceh Pasca Gempa Berangsur Membaik

Kondisi sistem kelistrikan di Aceh pasca Gempa yang terjadi Rabu (7/12) berangsur membaik. Listrik di tiga kabupaten yang terkena dampak gempa paling besar yaitu Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun sempat mengalami pemadaman, saat ini telah menyala kembali. Kementerian ESDM dengan tim tanggap darurat bekerja sama dengan PT PLN (Persero) telah berkoordinasi dengan baik sehingga pemulihan berjalan dengan cepat. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam konferensi pers terkait peran Kementerian ESDM dalam pemulihan gempa bumi Aceh yang digelar Selasa (20/12) di kantor Kementerian ESDM Jakarta.

 
Menurut Ego, tim tanggap darurat Kementerian ESDM terdiri dari berbagai sektor yaitu geologi, mineral batubara, migas, dan ketenagalistrikan. Tim juga dibantu oleh perusahaan-perusahaan sektor ESDM untuk memulihkan kondisi pasca gempa baik dengan memberikan bantuan tenaga, pikiran, maupun membangun infrastruktur di lokasi terdampak gempa. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sendiri mengirimkan tim inspektur ketenagalistrikan di lokasi terdampak gempa untuk berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) Wilayah Aceh untuk memulihkan sistem kelistrikan di lokasi tersebut.
 
Menurut Ario Panggi, salah seorang inspektur ketenagalistrikan yang ditugaskan ke Aceh, sisi distribusi tenaga listrik mengalami dampak paling besar. Dari ketiga kabupaten yang terdampak gempa, kerusakan infrastruktur ketenagalistrikan yang paling besar terdapat di kabupaten Pidie Jaya. Menurut Ario, sisi pembangkitan dan transmisi beroperasi normal, sedangkan perbaikan sisi tegangan rendah untuk rumah-rumah terus dilakukan dan masih membutuhkan waktu. “Yang dilakukan adalah pengamanan jaringan rendah untuk mengurangi bahaya akibat sengatan tegangan listrik,” papar Ario.
 
Dari laporan inspektur ketenagalistrikan, total pelanggan yang terkena pemadaman akibat gempa Aceh kurang lebih 41.674 pelanggan. Dimana wilayah yang mengalami dampak pemadaman paling besar berada di wilayah Pidie Jaya. PLTU Nagan Raya Unit 1 (1x110) MW sempat keluar dari sistem Aceh pada pukul 05:04 WIB namun mulai sinkron dan masuk ke sistem Aceh kembali tanggal 7 Desember 2016 pukul 11:24 WIB atau pemadaman kurang lebih enam jam.
 
Perbaikan instalasi transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk 3 (tiga) kabupaten yang terdampak gempa bumi yaitu di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun telah selesai dilaksanakan. Pemulihan pasca gempa terhadap instalasi listrik yang masih terus berlangsung hingga saat ini adalah perbaikan dan penyambungan kembali sambungan SR yang rusak ke konsumen listrik rumah tangga atau fasilitas umum sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan dan instalasi listriknya.
 
Ario menambahkan untuk mengurangi potensi rubuhnya tiang distribusi listrik akibat gempa-gempa susulan dan untuk menormalisasi tiang miring, inspektur ketenagalistrikan telah berkoordinasi dengan tim PLN untuk melakukan identifikasi tiang distribusi listrik yang miring dan rawan roboh dan melakukan perbaikan serta penguatan pada tiang-tiang distribusi tenaga listrik yang miring. Sampai dengan 15 Desember 2016, PLN telah menyisir 384 rumah di lokasi bencana untuk dilakukan pengamanan pada sambungan SR. (PSJ)