Kegiatan Inspeksi Gangguan PLTMH Cianten 1B

Pada  tanggal 10 Juni 2017 pukul 06.10 WIB tanggul PLTM 1B Cianten 2x3,1 MW mengalami gangguan. Inspektur Ketenagalistrikan ditugaskan untuk melakukan inspeksi ketenagalistrikan terhadap instalasi pembangkit tersebut. Maksud diadakannya kegiatan ini adalah melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap operasi dan pemeliharaan instalasi pembangkit PLTM 1B Cianten 2x3,1 MW. PLTM Cianten 1B merupakan salah satu unit pembangkit minihidro yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Jaya Dinamika Geohydroenergi dengan memanfaatkan Sungai Cianten menjadi empat buah pembangkit cascade. Energi listrik yang dihasilkan dialirkan melalui dua penyulang yang berbeda dengan pembagian sebagai berikut: PLTM Cianten 1B, Cianten 1 dan Cianten 2 dialirkan untuk memasok penyulang Mortir, sedangkan PLTM Cianten 3 memasok penyulang Kanon.

Curah hujan tinggi yang terjadi pada hari Jumat 9 Juni 2017 dimanfaatkan untuk menggerakkan PLTM Cianten 1B dengan beban 6,2 MW. Seiring dengan penggunaan energi tersebut, debit air menurun sehingga pengoperasian pembangkit pun diturunkan menjadi 2,4 MW dengan kondisi unit 1 tidak dioperasikan. Namun pada Sabtu 9 Juni 2017 pukul 04.36 WIB, penyulang Mortir mengalami gangguan yang disebabkan pohon pisang tumbang dan menyentuh kawat penghantar jaringan 20 kV sehingga seluruh beban yang terhubung pada penyulang Mortir menjadi padam. Dengan kejadian lepas beban tersebut PLTM yang terhubung dengan penyulang mortir trip dan governor valve menutup aliran air yang menuju turbin. Air kemudian kembali ke bak penenang, ditambah dengan curah hujan, air pada bak penenang pun meningkat dan belum sempat dibuang melalui spillway. Diduga karena volume air yang besar dan pergesaran tanah akibat hujan menyebabkan dinding waterway jebol. Jebolnya waterway mengakibatkan sebelas rumah, 1,7 ha kebun dan sawah terdampak longsor. Tidak terdapat dampak pemadaman atas gangguan yang terjadi pada PLTM Ciantan 1B. Hal tersebut karena sistem kelistrikan di Bogor telah menerapkan sistem loop dan dapat diantisipasi dengan maneuver jaringan di Gardu Induk Kracak.

Pada hari Minggu tanggal 11 Juni 2017 pagi hari, Anggota Komisi VII DPR RI, Pemerintah (diwakili oleh Kementerian ESDM, Kementerian LHK dan Dinas LH Kabupaten Bogor), PT PLN (Persero) dan PT Jaya Dinamika Geohidroenergi melakukan kunjungan untuk meninjau lokasi dinding waterway PLTM Cianten 1B yang jebol. Dalam kunjungan tersebut dilakukan mediasi untuk membicarakan permasalahan ganti rugi dengan warga terdampak longsor. PT Jaya Dinamika Geohidroenergi selaku pemilik PLTM Cianten berkomitmen akan memberikan ganti rugi kepada warga terdampak longsor.