Inspektur Ketenagalistrikan Melaksanakan Inspeksi Pemantauan Kondisi Kelistrikan Sistem Lombok Pasca Gempa

LOMBOK - Pada hari Minggu 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA, telah terjadi gempa di Wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan gempa terbesar sekitar 6,4 SR dan pusat gempa berada pada jarak sekitar 28 km dari Lombok Timur yang mengakibatkan beberapa daerah terkena dampaknya, meliputi Kecamatan Sembalun (4 desa), Kecamatan Sambelia (4 desa) dan Kecamatan Bayan (2 desa).

Terkait dengan kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menugaskan Tim Inspektur Ketenagalistrikan untuk melaksanakan inspeksi pemantauan kondisi Sistem Kelistrikan Lombok pasca terjadinya gempa.

Berdasarkan laporan hasil inspeksi per tanggal 2 Agustus 2018, tercatat sebanyak 1 (satu) penyulang padam dan 154 (seratus lima puluh empat) sambungan rumah (SR) dan kWh meter mengalami kerusakan yang berada di wilayah kerja PLN Rayon Tanjung dan Rayon Pringgabaya. Gangguan Sistem Kelistrikan Lombok akibat gempa hanya terjadi pada sistem distribusi dan konsumen, sedangkan pada sistem pembangkitan tidak terjadi gangguan.

PT PLN (Persero) Wilayah NTB telah melakukan upaya pemulihan Sistem Kelistrikan Lombok pasca gempa melalui perbaikan/penggantian aset distribusi, mengamankan SR dan APP/kWh meter pada pelanggan dan melakukan penormalan penyulang padam yang seluruhnya berhasil dipulihkan pada 30 Juli 2018, Pukul 01.30 WITA.