FGD Kebakaran pada Instalasi Ketenagalistrikan: Penyebab dan Mitigasi

"Telah terjadi kebakaran yang diduga disebabkan oleh arus pendek listrik ..."

TANGERANG - Seringkali kalimat tersebut muncul di media massa saat memberitakan peristiwa bencana kebakaran yang terjadi baik di sisi pengguna (user) maupun di sisi penyedia (provider-PLN). Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, sebanyak 62% atau 457 kasus dari penyebab kebakaran tahun 2011 berasal dari arus listrik. Apabila mengacu data United State Fire Administration (USFA) pada tahun 2003-2007 di negara maju yang menerapkan standar keselamatan ketenagalistrikan maupun investigasi kebakaran, listrik tidak masuk dalam 3 besar penyebab kebakaran. (www.taroada.com, 2011)

Melihat hal tersebut, Inspektur Ketengalistrikan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kebakaran pada Instalasi Ketenagalistrikan: Penyebab dan Mitigasi pada 23-24 Oktober 2018 bertempat di Allium Hotel Tangerang. "Dengan FGD ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor pendukung penyebab kebakaran serta metode mitigasi kebakaran pada instalasi tenaga listrik, dan yang lebih penting yaitu peningkatan pemenuhan Keselamatan Ketengalistrikan (K2) dan menumbuhkan budaya safety culture di sektor ketenagalistrikan" ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Munir Ahmad di Tangerang saat membuka FGD tersebut. Rabu (24/10).

Para peserta FGD berasal dari stakeholder sektor ketenagalistrikan yaitu pengelola pembangkit antara lain PT. Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB), PT. Bosowa Energi dan unit-unit PT. PLN (Persero) baik dari unit transmisi maupun distribusi juga dari unit pembangkitan (UP PLTU Sebalang dan UJP PLTU Pangkalan Susu) serta perwakilan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta turut hadir. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi dan pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber yang dihadirkan, yaitu kepada narasumber dari Universitas Indonesia selaku akademisi sekaligus pakar investigasi kebakaran dan ledakan, Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., CFEI.

FGD ini juga menjadi forum knowledge sharing bagi seluruh peserta, dimana narasumber lainnya juga menyampaikan presentasi yang menarik, salah satunya adalah narasumber dari PT. PJB yang disampaikan langsung oleh Direktur Operasi 2, Miftahul Jannah dengan tema "Lesson Learned dari Pengelolaan PLTU Indramayu". Tidak ketinggalan pula peran inspektur ketenagalistrikan dalam pengawasan keselamatan ketenagalistrikan pada presentasinya yang disampaikan langsung oleh Koordinator Inspektur Ketenagalistrikan, Yunan Nasikhin dengan judul "Inspeksi Kebakaran pada Instalasi Ketenagalistrikan oleh Inspektur Ketenagalistrikan". Sebagai penutup dari sesi FGD, PT. PLN (Persero) Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) turut menyampaikan kebijakan PLN dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran instalasi ketenagalistrikan.

Di akhir FGD ini, para peserta sangat mengapresiasi manfaat yang didapatkan dari pertukaran informasi dalam penanganan dan mitigasi kebakaran serta peningkatan keselamatan ketenagalistrikan dalam mengelola instalasi tenaga listrik. Dan sebagai pesan akhir dari FGD ini kepada seluruh peserta adalah untuk selalu mengutamakan safety sebagaimana Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., CFEI sampaikan di akhir presentasinya, If You Think Safety is Expensive, Try an Accident.

(EE)