Evaluasi Pemulihan Kelistrikan Sulteng Pasca Gempa dan Tsunami: Infrastruktur dan Pasokan Listrik Pulih

PALU – Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu bersama dengan Inspektur Ketenagalistrikan dan PT. PLN (Persero) pada Kamis (6/12) melakukan rapat evaluasi pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami bertempat di kantor PT. PLN (Persero) UP3 Palu. Hadir pada kesempatan tersebut General Manajer Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo dan General Manajer Unit Induk Pembangkitan & Penyaluran (Kitlur) Sulawesi PT. PLN (Persero) yang menyampaikan presentasi terkait kondisi terakhir infrastruktur, kecukupan pasokan dan upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Tengah.

Rangkaian kegiatan lain setelah rapat evaluasi adalah inspeksi lapangan ke beberapa lokasi, yaitu PLTD Silae, GI Silae dan PLTU Tawaeli untuk melihat kondisi aktual objek instalasi tenaga listrik di lapangan yang beberapa waktu sebelumnya terdampak gempa.

Listrik merupakan komponen kebutuhan dasar bagi masyarakat yang dapat pulih lebih awal pada H+8 setelah terjadinya gempa bumi sebesar 7,4 SR dan memicu tsunami di wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya pada 28 September 2018 berkat upaya dan kerja keras PLN dengan pengerahan 1.301 personil tim tanggap darurat dari unit-unit PLN di seluruh Indonesia.

Perbaikan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulteng meliputi kesiapan operasi pembangkit dan saluran transmisi tenaga listrik, pemulihan 7 Gardu Induk, 45 penyulang (feeder), 2.144 gardu distribusi dan pengoperasian 77 unit genset sebagai backup daerah yang terdampak gempa. Selain itu PLN juga telah melakukan reinventarisasi asset terdampak gempa pada 59 Lokasi, validasi data terhadap 15.629 pelanggan serta antisipasi beban sistem 70 kV dengan pemasangan trafo GIS Mobile di GI Talise.

Kondisi sistem kelistrikan Sulteng saat ini dapat dilihat dari neraca daya dengan daya mampu sebesar 121 MW, beban puncak 116,34 MW dan cadangan daya sebesar 4,66 MW sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa pasokan telah mencukupi kebutuhan demand.

Inspektur Ketenagalistrikan menyampaikan pentingnya mitigasi dan kesiagaan sektor ketenagalistrikan terhadap kejadian bencana alam, penguatan SOP pemulihan kelistrikan pasca bencana serta kesiapan mobilisasi personil dan kebutuhan logistik. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat potensi bencana alam diwilayah Indonesia sangat besar dan belajar dari pengalaman beberapa kali kejadian bencana alam yang mengakibatkan terganggunya pasokan tenaga listrik maupun kerusakan infrastruktur ketenagalistrikan.

Dalam kesempatan yang sama, Jisman Hutajulu meminta kepada PLN agar dapat memastikan kecukupan dan keandalan pasokan listrik pada saat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Menjawab hal tersebut pihak PLN UIW Suluttenggo menyampaikan bahwa pasokan listrik di wilayah Sulteng pada kondisi aman yang diperkuat dengan penyiapan operasi seluruh unit PLTD Silae dan penambahan cadangan beberapa unit PLTD kapasitas 15 MW yang direlokasi dari Sulawesi Selatan.

(EE)